Selamat Datang para pembaca !
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kami hadirkan ke hadapan para pembaca sekalian website kami yang baru saja landing dengan nama Wangsadita. Website ini adalah wadah ekspressi kami sekaligus tempat berbagi dan sharing informasi.
Wangsadita adalah sebuah nama tokoh yang tercatat dalam sejarah Sunda. Karena itu, kami ingin sekali melestarikan dan menghangatkan jejak-jejak perjuangannya. Sekalian juga kami ingin memperkenalkan kepada para pembaca sekalian bahwa Administrator untuk website ini adalah sebuah lembaga pengkajian yang diberi nama Pasulukan Arief Drepayudha Mundingkawati 1383. Wah, panjang ya namanya… (artinya apa tuh?).
Pasulukan Arief Drepayudha Mundingkawati 1383
Ya, Pasulukan adalah sebuah tempat untuk bersuluk. Apa itu suluk? Suluk itu adalah istilah bahasa Indonesia serapan (diadopsi) dari bahasa Arab (salaka yasluku) yang artinya berjalan menuntut ilmu. Suluk itu juga kemudian menjadi bentuk dasar dari istilah Pasulukan. Para Waliyullah zaman dulu, sering menuliskan pengalamannya ketika proses perjalanan ilmu kebathinan dalam bentuk suluk. Biasanya, suluk berisikan tentang kajian hakekat, sejarah, kearifan-kearifan, ramalan, dan sebagainya. Gaya bahasanya ditulis dalam bentuk sastra yang sangat indah pada zamannya. Ya, sangat indah. Keindahannya tidak hanya pada gaya bahasanya, tetapi kedalaman makna yang terkandung di dalamnya.
Kemudian, Arief itu adalah sebuah istilah untuk menyebut para Kekasih Allah yang sudah mumpuni dalam hal ma’rifatullah (mengenal Allah). Istilah tersebut juga sering digandeng dengan istilah Arief Billah (Orang yang mengenal Allah). Sedangkan Drepayudha Mundingkawati adalah dua nama untuk dua sosok dan merupakan dua orang tokoh Sunda yang begitu melegenda pada tahun 1383. Nah, angka 1383 juga dipakai sebagai bagian dari nama Pasulukan.
Kiranya, begitulah sehingga nama Website kami adalah Wangsadita dan administratornya adalah Pasulukan Arief Drepayudha Mundingkawati 1383. Mudah-mudahan upaya ini mendapat ridha Allah SWT sehingga niat melangkah untuk mengenal-Nya lebih luas dan lebih dalam lagi tidak bergeser. Sebab, basis mengenal Allah SWT adalah mengenal diri. Mengenal diri berarti mengenal tingkah polah, mengenal lingkungan, mengenal budaya, mengenal sejatinya diri, mengenal sejarah, mengenal asal muasal, dan mengenal segala sesuatu yang tak terbatasi oleh apapun. Ya, oleh apapun. Bahkan agamapun tak boleh membatasi perjalanan seseorang untuk lebih dalam lagi dalam mengenal Allah SWT.
Swara Wangsadita
Swara Wangsadita merupakan wadah ekspresi murni dari website Wangsadita. Dan merupakan link internal dari website Wangsadita. Swara Wangsadita dengan Wangsadita merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Seperti biasa, basis dari website ini adalah budaya nusantara. Karena budaya nusantara merupakan anugerah kekayaan yang tak ternilai. Ketika diangkat, ia menjadi kekuatan yang mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.
Budaya Indonesia adalah titik tolak untuk melangkah ke depan. Akan bagaimana masa depan bangsa ini nantinya, tergantung bagaimana potensi sejarah dan peradaban bangsa ini di masa lalu dijadikan pijakan dalam menata masa depan bangsa. Bukan sejarah atau peradaban bangsa lain, tapi sejarah bangsa sendiri, yakni Nusantara.
Terima kasih
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Komentar Terakhir